Jumat, 21 Januari 2011

Praktikum Pengauditan - EKA 447 – Reguler (Kelas Pak Suryanawa/Gede Juliarsa

Praktikum Pengauditan - EKA 447 - Reguler

posted 23 hours ago by Gede Juliarsa   [ updated 23 hours ago ]

Daftar Nilai Semester Ganjil 2010/2011

NO ABSEN

UTS

TGS 1

UAS

TGS 2

TOTAL

NILAI

1

      

2

50

60

60

70

62

C

3

60

75

90

90

80

A

4

65

75

90

90

81

A

5

60

60

90

90

75

B

6

50

60

70

80

67

C

7

55

75

70

80

73

B

8

55

60

90

90

74

B

9

0

60

90

80

63

C

10

75

60

90

90

77

B

11

55

75

90

90

80

A

12

65

75

90

90

81

A

13

45

60

80

90

71

B

14

65

80

90

90

83

A

15

60

80

90

90

82

A

16

60

80

90

90

82

A

17

60

75

95

90

81

A

18

55

60

90

90

74

B

19

70

80

90

90

84

A

20

50

60

70

70

64

C

21

50

60

90

90

74

B

22

55

60

90

90

74

B

23

65

75

90

90

81

A

24

55

60

95

90

75

B

25

55

75

90

90

80

A

26

75

90

90

90

88

A

27

50

60

90

90

74

B

28

50

60

90

90

74

B

29

60

60

80

90

74

B

30

65

60

90

90

76

B

31

65

75

60

70

70

B

32

60

75

95

90

81

A

33

55

75

95

90

80

A

34

65

75

95

90

82

A

35

70

75

95

90

83

A

36

55

60

95

90

75

B

37

50

60

90

90

74

B

38

55

60

90

90

74

B

39

55

60

90

90

74

B

40

50

60

70

70

64

C

41

60

60

95

90

76

B

42

60

60

90

90

75

B

43

65

60

75

80

70

B


 

Source: http://gedejuliarsa.to.web.id/daftar-nilai-mahasiswa/praktikumpengauditan-eka447-reguler

Selasa, 04 Januari 2011

Jawaban Bisnis Internasional UAS 4 Januari 2007


Jawaban Bisnis Internasional UAS 2007
4 januari 2007

Apa yg dimaksud Binter, kenapa bisnis ini beda dengan bisnis dlm negeri.
Jelaskan min 5 bentuk Binter!

Bisnis internasional (Ball, 2004): : bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas negara. Tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan perusahaan manufaktur di luar negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang-bidang seperti transportasi, pariwisata, periklanan, properti, perdagangan eceran, perdagangan besar, komunikasi massa, dll.

  1. Ekspor & Impor
    Ekspor: menjual produk – produk yang dibuat dinegara sendiri seseorang untuk digunakan atau dijual kembali dinegara – negara lain.cth:

    Impor: Membeli produk – produk yang dibuat dinegara lain untuk digunakan atau dijual kembali dinegara sendiri.

    Termasuk di dalamnya merchandise (tangible/berwujud) & service (intangible) exports imports.

  1. Investasi Internasional
Modal yang dipasok suatu negara kependuduk lainnya.    

Dapat dibagi menjadi menjadi dua kategori (Griffin, 2005):

  • Penanaman Modal Asing (FDI).
    Investasi yang dilakukan untuk tujuan secara aktif mengendalikan kekayaan, aset, atau perusahaan-perusahaan yang terdapat di negara tujuan.

    contoh: pembelian semua saham umum Volvo Corporation dari Swedia oleh Ford Motor Company

  • Investasi Portfolio.
    Pembelian aset-aset keuangan asing (mis. saham, obligasi, sertifikat deposito) untuk suatu tujuan di luar pengendalian.

    contoh: pembelian 1.000 lbr saham umum sony oleh suatu perusahaan dana pensiun denmark


 


 


 

Bentuk-bentuk lain:

  • Lisensi (licensing).
        Kesepakatan kontrak dimana suatu perusahaan disatu negara memberikan lisensi penggunaan hak kekayaan intelektualnya kepada suatu perusahaan dinegara keduan dengan mendapatkan pembayaran royalti.

        c/ logo mickey mouse.

  • Waralaba (franchising).
    suatu bentuk khusus lisensi, terjadi apabila suatu perusahaan disuatu negara memberikan wewenang kepada suatu perusahaan untuk menggunakan sistem pengoperasiannya dan juga nama, merk dagang, logo dengan mendapatkan pembayaran royalti.

  • Kontrak manajemen.
        Kesepakatan dimana suatu perusahaan disatu negara setuju untuk mengoperasikan fasilitas atau memberikan jasa manajemen lainnya kepada perusahaan dinegara lain dengan mendapatkan imbalan yang telah disepakati. c/lap teratas jaringan hotel internasional.

  • Kontrak manufaktur.
        Kesepakatan kontrak dimana perusahaan suatu negara memproduksi produknya dinegara lain dengan harga harga yang sesuai dinegara tersebut.


 

2. Jelaskan langkah2 dlm model pengambilan keputusan secara normative & hubungan setiap langkah dg bisnis internasional

Langkah2 dlm model pengambilan keputusan secara normative:
  • Mendapati masalah & harus segera membuat keputusan utk mengatasi masalah tsb.
  • Mengidentifikasi alternatif2 yg dpt dipakai utk mengatasi masalah ini.
  • Mengevaluasi setiap alternatif dipandang dari sudut masalah yg muncul.
  • Menyeleksi alternatif yg terbaik.
  • Alternatif yg terpilih akan diimplementasikan.
  • Tindak lanjut & evaluasi.

 

Pengambilan keputusan secara deskriptif:

  • Rasionalitas yg terbatas, pembuat keputusan terbatas kemampuannya utk bersikap objektif & rasional karena keterbatasan pikiran manusia.
  • Satisficing, manajer kadang2 memakai alternatif pertama yg langsung diterima, ketika penelitian lebih lanjut menemukan alternatif yg lebih baik.
3. Pemasaran pd perusahaan internasional dpt memilih salah satu dari tiga pendekatan dasar dlm memutuskan apakah melakukan standardisasi atau kustomisasi dlm bauran pemasaran perusahaan. Jelaskan ketiga pendekatan dasar yg dimaksud

  1. Pendekatan Etnosentris, perusahaan sekeedar memasarkan produknya di pasar internasional dengan memakai bauran pemasaran yg sama dg yg dipakai perusahaan di pasar lokal, dg demikian perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya pengembangan teknik pemasaran baru utk melayani pelanggan luar negeri. Perusahaan yg pertama kali melakukan operasi internasional menggunakan pendekatan ini krn yakin bahwa bauran pemasaran yg sukses di dlm negeri juga akan sukses di luar negeri.
  2. Pendekatan Polisentris, pemasar internasional berusaha menyesuaikan bauran pemasaran di setiap pasar yg dimasuki supaya memenuhi kebutuhan istimewa konsumen di pasar tersebut. Perusahaan internasional yg memandang dirinya sbg perusahaan multidomestik sering memakai pendekatan ini.

  3. Pendekatan Geosentris, memerlukan standardisasi bauran pemaasaran, yg mengharuskan perusahaan menyediakan produk atau jasa yg pd dasarnya ssama di pasar yg berbeda dan memakai pendekatan yg pada dasarnya sama utk menjual produk atau jasanya secaraglobal. Coca-cola termasuk salah satu perusahaan internasional pertama yg memakai pendekatan ini.


 

4. Manajer operasi bisnis internasional menghhadapi 3 isu penting & kompleks dlm mengelola operasi perusahaannya yaitu dlm bidang sumberdaya, lokasi dan logistik perusahaan. Berkenaan dg hal tsb apa yg dimaksud dg manajemen rantai pasokan & integrasi vertical dlm perolehann sumberdaya

  • Manajemen rantai pasokan (supply chain management) adalah serangkaian proses & langkah yg dipakai perusahaan utk memperoleh berbagai sumber daya yg diperlukan utk menciptakan produknya. Manajemen rantai pasokan dg jelas mempengaruhi biaya produksi, kualitas produk, & permintaan internal akan modal. Krn dampak tsb, kebanyakan perusahaan internasional menganggap manajemen rantai pasokan sbg isu strategi yg harus direnccanakan & diimplementasikan de hati2 oleh manajemen puncak.
  • Langkah pertama dlm menyusun strategi manajemen rantai pasokan adalah menentukan tingkat integritas vertikal yg sesuai, integritas vertikal adalah seberapa jauh perusahaan menyediakan sumber dayanya sendiri atau memperolehnya dari sumber lain. Perusahaan yg memiliki tingkat integrasi vertikal yg sangat tinggi terlibat dlm setiap tahap proses manajemen operasi ketika produk dikembangkan, diubah, dikemas, & dijual ke pelanggan.

 

5. Jelaskan 5 metode pembayaran penting yg umum dipakai dlm transaksi internasional.

  1. Pembayaran dimuka, adalah metode pembayaran paling aman dari perspektif eksportir, karena menerima uang dari importir sebelum mengirimkan barang yg di pesan.
  2. Open Account, adalah bentuk pembayaran paling aman dari segi importir, di mana barang dikirimkan oleh eksportir dan diterima oleh importir sebelum pembayaran
  3. Documentary collection, eksportir menyiapkan dokumen yg disebut draft atau wesel, dimana pembayaran diminta dari pembeli pd waktu yg sudah ditentukan, bank komersial bertindak sbg agen utk memudahkan proses pembayaran. Metode ini bertujuan utk menghindari aliran kas & risiko akibat penggunaan pembayaran di muka dan open account.
  4. Letter of credit, dokumen yg dikeluarkan oleh bank & berisi janji bank tsb utk membayar eksportir pd saat menerima bukti bahwa eksportir telah memenuhi semua kewajiban yg tertulis di dokumen.
  5. Countertrade, terjadi ketika perusahaan menerima sesuatu selain uang sbg pembayaran atas barang atau jasanya, meliputi: barter, imbal beli, buy-back, & offset purchase.
  6.  
    Download Disini

Senin, 03 Januari 2011

Jawaban Pertanyaan Methodologi Penelitian 2006/2007

3 januari 2006/2007

1a.Instrumen penelitian di ilmu sosial harus diuji validitasnya sebelum dgunakan dalam penelitian karena gejala fenomena sosial itu cepat berubah dan sulit dicari kesamaannya. Instrumen dalam penelitian sosial walaupun beberapa sudah ada seperti untuk mengukur sikap, mengukur IQ, bakat dll namun istrumen2 tersebut sulit untuk dicari, dimana harus dicari, apkah bisa dibeli atau tidak. Selain itu instrumen2 dalam bidang sosial walaupun telah teruji validitas dan reliabilitasnya di suatu tempat, tetapi bila digunakan untuk mengukur di tempat tertentu belum tentu tepat dan mungkin tidak valid dan reliabel lagi. Istrumen yang tidak teruji validitas dan reliabilitasnya bila digunakan untuk penelitian akan menghasilkan data yang sulit dipercaya kebenarannya

b. Cara mengukur validitas konstruk :

  • Mencari definisi2 konsep yg dipergunakan para ahli yg ada pd
  • Bila dlm literatur tdk diperoleh konsep yg ingin diukur, pneliti hrus mendefnisikan sndiri konsep tsb.
  • Menanyakan definisi konsep yg akan diukur kpd calon responden atau org2 yg memiliki karakteristik yg sama dg responde.misalnya mengukur konsep religiusitas, peneliti lgsung dpt mennayakan kpd bbrapa calon responden ttg ciri2 religius. Berdasarkan jwbn calon rsponden kmudian disusun kerangka suatu konsep.

c.Test and retest


 

d.Sebuah alat ukur dikatakan memiliki valdiitas prediktif yang tinggi apabila terdapat korelasi yang tinggi anatara tingkah laku apa yg diramalkan oleh sebuah test dan tingkat laku sebenarnya yg ditampilkan, dg kt lain alat ukur tsb dapat memprediksi apa yg akan terjadi di masa yg akan dtg.

4. jenis pertanyaan dimana seorang responden boleh menjawab tidak tahu adalah jenis pertanyaan yg menyangkut hal2 yg sekiranya responden sudah lupa atau pertanyaan yg memerlukan jawaban dg berpikir berat. Misalnya :

- Bagaimana kinerja para penguasa indonesia 50 tahun yg lalu .?

- Menurut anda, bagaimanakah cra mengatasi krisis ekonomi saat ini ?


 

5.Tabulasi silang pendidikan berpengaruh positif thd penghasilan.

Penghasilan
pendidikan

Rendah

Sedang

Tinggi

Rendah

   

Menengah

   

Tinggi

   

Download Disini

Kamis, 09 Desember 2010

KEBIJAKAN FISKAL INDONESIA

Kebijaksanaan Fiskal.    

    Adalah Kebijaksanaan – kebijaksanaan yang berkenaan dengan penerimaan dan pengeluaran pemerintah (pendapatan dan belanja negara).

  • 1951-1958, sistem Fiskal sangat tergantung dari perdag. Internasional
  • Akhir 1950-an secara persentase turun sebagai akibat turunnya harga produk ekspor seperti; karet dan produk lain di pasar internasional.
  • Pemerintah melaksanakan kebijak APB yang defisit untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang diperlukan. Akibatnya menimbulkan inflasi kumulatif.

    Ada tiga jenis APB yaitu:


     

TUJUAN KEBIJAKAN FISKAL:

  • Meningkatkan laju pertumbuhan investasi
  • Mendorong investasi secara sosial
  • Meningkatkan kesempatan kerja
  • Mempertahankan stabilitas ekonomi
  • Menanggulangi Inflasi
  • Redistribusi Pendapatan


 

Pola Pengeluaran:

PengeluaranPemerintah dengan pendekatan pengeluaran menyatakan:

    Y = C+I+G+X-M

G merupakan pengeluaran pemerintah (government expenditure)

Dengan membandingkan nilai G terhadap Y serta mengamatinya dari waktu ke waktu dapat diketahui seberapa besar kontribusi pengeluaran pemerintah dalam pembentukan permintaan agregat atau pendapatan nasional. Dengan itu pula dapat dianalisis seberapa penting peranan pemerintah dalam perekonomian nasional.     


 

Pola Penerimaan:

Penerimaan Negara dapat dirumuskan dengan:

    R = Rf + Rd

Rf = penerimaan yang berasal dari luar negeri, seperti penerimaan Migas dan Penerimaan Pembangunan.

Rd =penerimaan yang berasal dari dalam negeri, seperti penerimaan pajak-pajak dalam negeri (non migas) dan bukan pajak.


 

Intervensi dan Fungsi ekonomi Pemerintah

  1. Peran alokatif, yakni peran pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi yang ada agar pemanfaatannya bisa optimal dan mendukung efisiensi produksi.

    Barang Ekonomi dibagi menjadi:

  • Barang Pribadi, barang yang dimiliki atau untuk dinikmati secara pribadi oleh seseorang atau sekelompok orang, mempunyai harga yang jelas dan diperoleh melalui transaksi jual beli.
  • Barang Sosial, adalah barang yang tidak dapat dimiliki secara pribadi dan tidak untuk dinikmati secara pribadi.
  1. Peran distributif , yakni peran pemerintah dalam mendistribusikan sumber daya , kesempatan dan hasil-hasil ekonomi secara adil dan wajar. Disisi penerimaan, pemerintah mengenakan pajak dan memungut sumber-sumber pendapatan lainnya untuk kemudian didistribusikan kembali secara adil dan proporsional. Dengan pola serupa pemerintah membelanjakan pengeluarannya.
  2. Peran stabilisatif, yakni peran pemerintah dalam memelihara stabilitas perekonomian dan memulihkannya jika berada dalam keadaan disequilibrium. Misalnya jika perekonomian dalam negeri dilanda inflasi, resesi, atau serbuan barang-barang impor, tingginya tingkat suku bunga perbankan,atau perang harga.
  3. Peran dinamisatif, yakni peranan pemerintah dalam menggerakkan proses pembangunan ekonomi agar lebih cepat tumbuh berkembang dan maju. Misalnya jika pemerintah melakukan kebijakan hanya terbatas pada instansi dijajarannya sedangkan swasta justru terpasung.


     

Kebijaksanaan Pemerintah Orba dalam anggaran Belanja:

  1. Menjalankan anggaran belanja berimbang dalam arti pengeluaran total tidak melebihi penerimaan total,baik yang berasal dari sumber dalam negeri maupun bersumber dari luar negeri termasuk bantuan luar negeri.
  2. Mengintensifkan penaksiran pajak dan prosedur pengumpulannya.
  3. Pengeluaran rutin dibatasi, prioritas diberikan kepada pengeluaran yang produktif untuk pembangunan.
  4. Meningkatkan tabungan pemerintah (selisih antara penerimaan dalam negeri dengan pengeluaran rutin)
  5. Mendorong semaksimal mungkin pemanfaatan sumber-sumber dalam negeri untuk pengembangan produksi.

PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Perdagangan Luar Negeri:

Kebijakan umum dibidang perdagangan luar negeri pada dasarnya terdiri dari:

  • kebijakan perdagangan ekspor dan kebijakan perdagangan impor.
  • Kebijakan tersebut merupakan implementasi dari fungsi pemerintah di sektor perdagangan seperti fungsi trade advocacy, market penetration, market acces dan lain-lain.

FAKTOR PENDORONG TERJADINYA :

  1. Memperoleh barang yang tidak dihasilkan di dalam negeri.
  2. Mengimpor teknologi yang lebih modern dari negara lain.
  3. Memperluas pasar produk dalam negeri.
  4. Memperoleh keuntungan dari Spesialisasi.


 

Teori Perdagangan Internasional:

  • Merkantilisme

    Perekonomian suatu negara makin makmur

    Bila mampu memaksimalkan surplus perdagangan (ekspor suatu negara harus maksimal, tetapi disisi lain impor minimal).

  • Keunggulan absolut

    Adam smith: surplus perdagangan yang dipaksakan lewat mekanisme proteksi dan monopoli akan mengorbankan efisiensi dan produktivitas. Akibatnya produksi menjadi lebih sedikit dan juga harganya relatif mahal.

    Adam smith yakin bahwa perdagangan akan meningkatkan kemakmuran bila dilakukan melalui mekanisme perdagangan bebas.

    Keunggulan absolut yaitu keunggulan yang dilihat dari kemampuan produksi dengan biaya yang lebih rendah dan dengan input yang sama dapat dihasilkan

    Output yang lebih banyak.


     

Keuntungan Perdagangan Bebas:

  1. Meningkatkan persaingan, memperbaiki alokasi segenap sumber daya serta menciptakan skala ekonomis.
  2. Menimbulkan tekanan-tekanan yang mengarah pada peningkatan efisiensi, perbaikan kualitas produk, serta penyempurnaan mutu teknologi produksi.
  3. Memacu pertumbuhan ekonomi, menaikkan nilai laba dan mempromosikan peningkatan tabungan serta investasi yang kemudian semakin memacu pertumbuhan selanjutnya di masa mendatang.
  4. Perdagangan bebas akan menarik masuk modal, keahlian, dan teknologi dari luar negeri, yang kesemuanya ini merupakan sumber-sumber daya yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan ekonomi.
  5. Perdagangan bebas mendatangkan devisa yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan impor.

  6. Perdagangan bebas cenderung menghapuskan setiap distorsi harga yang mahal, yang diakibatkan oleh investasi pemerintah yang salah arah, baik itu di pasar ekspor maupun pasar valuta asing, serta menyempurnakan alokasi pasar yang akan mengikis praktek-praktek korupsi dan perburuan rente nonproduktif yang sering kali timbul sebagi akibat dari intervensi pemerintah yang terlalu aktif.
  7. Perdagangan bebas meningkatkan pemerataan untuk mendapatkan akses ke setiap sumber daya yang langka, serta memperbaiki kualitas alokasi sumber daya secara keseluruhan.


 

Kebijaksanaan dan Permasalahan Perdagangan LN

  1. Kebijaksanaan yang berorientasi keluar bagi barang-barang primer (mendorong ekspor atas produk-produk pertanian dan bahan-bahan mentah pada umumnya.
  2. Kebijaksanaan yang berorientasi keluar bagi barang-barang sekunder (peningkatan ekspor produk-produk industri manufaktur).
  3. Kebijakan yang berorientasi ke dalam bagi barang-barang sekunder (yakni mengutamakan swasembada dalam pemenuhan kebutuhan akan barang-barang industri terutama mobil, alat angkutan, dan barang konsumsi tahan lama).


 


 

Kebijaksanaan dan masalah perdagangan LN

    (Strategi Promosi Ekspor /SPE dan Indusri Substitusi Impor (ISI)

a. Penerapan substitusi impor dan hasilnya di indonesia.

  • Kebijakan proteksi yang berlebihan selama orba telah menimbulkan high cost economy
  • Industri substitusi impor di indonesia lebih mengedepankan pengembangan industri skala besar yang padat modal dalam bentuk joint venture dengan perusahaan asing, telah menimbulkan ketimpangan yang makin melebar antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan.
  • Isi berdampak negatif terhadap neraca pembayaran karena ISI pada umumnya sangat tergantung pada impor bahan baku, barang modal, input perantara dan material lainnya.


 

Kelemahan atau kegagalan strategi ISI di indonesia:

  • Bahan baku dan tenaga kerja yang tersedia bukan yang siap digunakan. External Diseconomies
  • Pasar yang dilayani oleh produsen adalah domestik sehingga tidak tahu kemampuan bersaing di pasar internasional.
  • Belum tentu tingkat ketergantungan menjadi rendah dengan strategi ISI karena bahan baku masih terus diimpor.
  • Teknologi ISI kebanyakan padat modal dan sedikit menyerap tk.
  • Nilai tambah yang dihasilkan lebih rendah daripada barang yang dihasilkan industri yang sama di pasar internasioanal.
  • Potensi permintaan dalam negeri yang masih meragukan.


 

B. Strategi Promosi Ekspor (SPE)

    Outward-oriented strategy yaitu strategi orientasi keluar yang merupakan dasar dari strategi promosi ekspor (spe), menghubungkan ekonomi domestik dengan ekonomi dunia lewat promosi perdagangan

Syarat Keberhasilan SPE:

  • Pasar harus menciptakan signal harga yang benar, sepenuhnya merefleksikan kelangkaan barang yang bersangkutan, baik di pasar input maupun output.
  • Tingkat proteksi dari impor harus rendah.
  • Nilai tukar mata uang harus realistis, sepenuhnya merefleksikan keterbatasan uang asing yang bersangkutan.
  • Lebih penting lagi, harus ada insentif untuk meningkatkan ekspor.
  • Deregulasi 4 juli 1996 yaitu tentang pelayanan khusus kepabeanan dan perpajakan, pencabutan pemeriksaan barang ekspor oleh surveyor, dan penyederhanaan prosedur memperoleh ska.

  • Deregulasi 7 Juli 1997 tentang peningkatan daya saing global dari barang-barang dalam negeri.
  • Deregulasi 3 Oktober 1997 tentang fasilitas dana talangan bagi eksportir dan non eksportir yang berperan sebagai pemasok barang bagi eksportir.
  • Deregulasi 3 November 1997 tentang pemberian fasilitas ekspor seperti penurunan pajak ekspor, penghapusan pph atas impor emas batangan untuk menghasilkan barang perhiasan untuk


 

Perdagangan Luar Negeri & Globalisasi

Pentingnya kebijakan Perdagangan Luar Negeri dalam era global:

  • Disatu sisi, Indonesia sebagai salah satu Negara anggota WTO, kebijakan yang diterapkan harus sejalan dengan ketentuan-ketentuan di bidang perdagangan internasional yang telah disepakati bersama.
  • Disisi yang lain kebijakan tersebut harus mendukung pertumbuhan ekonomi didalam negeri terutama sector riel, sehingga dapat mempercepat masa recovery dari keterpurukan akibat krisis ekonomi akhir tahun 90-an lalu.

Kapan Era Perdangangan Bebas:

  • Era perdagangan bebas akan diterapkan oleh Negara maju APEC pada tahun 2010 dan diikuti oleh Negara berkembang APEC pada tahub 2020. Bahkan blok perdagangan regional ASEAN melalui AFTA, perdagangan bebas telah dimulai sejak tahun 2003
  • Era perdagangan bebas adalah era persaingan, oleh sebab itu Indonesia harus meningkatkan efisiensi dan efektivitas disetiap sector terutama yang menunjang peningkatan daya saing produk Indonesia dipasar dunia.


 

Yang Harus Dilakukan Pemerintah

  • Mencanangkan kebijakan ekonomi yang strategis dan berpandangan kedepan melalui kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk ekspor non migas Indonesia sekaligus menghadapi globalisasi perdagangan dunia yang semakin cepat dan dinamis.
  • Diversifikasi pasar dan diversifikasi produk dijadikan strategi dasar untuk menghadapi persaingan global.
  • Program-program yang dilakukan pemerintah adalah : peningkatan ekspor non migas terutama bagi produk-produk yang berbasis sumber daya Indonesia, pemberdayaan dunia usaha terutama UKM yang berorientasi ekspor serta peningkatan kapasitas produksi terutama bagi industri yang idle menjadi program prioritas di bidang perdagangan luar negeri.


     

    NERACA PEMBAYARAN

Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).


 

Transaksi dalam neraca Pembayaran

  • Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
  • Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.


 

Awal Mula Utang Luar Negeri

  • Awal pemerintahan ORBA berorientasi pada strategi pemerataan yang berlandaskan pada "Growth model"
  • "Growth Model Strategy", yaitu strategi pembangunan terpusat pada upaya pembentukan modal serta bagaimana menanamkannya secara seimbang atau secara terarah memusat sehingga menimbulkan efek pertumbuhan yang tinggi
  • Yang menjadi permasalahan utama adalah pembentukan modal untuk pembangunan.

    Sumber?

  • -Tak dapat disangkal lagi bahwa Utang Luar negeri merupakan cara pemecahan yang pragmatis dan realistis bagi suatu negara yang kekurangan modal untuk membangun negerinya.

Apakah ada korelasi antara pertumbuhan PDB riil dan peningkatan jumlah ULN?


 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata pertahun sejak akhir tahun 1970selalu positif dan tingkat pendapatan perkapita meningkat terus , tetapi jumlah ULN Indonesia juga bertambah terus tiap tahun. Seharusnya korelasinya negatif.


 

Indicator Mengukur Beban Utang Luar Negeri

Debt Service Ratio yakni suatu angka yang menunjukkan perbandingan antara pembayaran tiap tahun cicilan utang luar negeri ditambah bungannya dengan penerimaan ekspor bersih dalam tahun yang bersangkutan.